Rabu, 14 Januari 2015

mengenal acara lamaran pengantin dari berbagai suku

Seserahan sudah menjadi bagian yang umum dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan yang dulu tidak wajib hukumnya kini sudah mengakar dalam budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan. Seserahan merupakan simbolisasi dari pihak mempelai pria sebagai wujud tanggungjawab kepada pihak keluarga terutama orang tua calon pengantin wanita. Untuk adat istiadat di Jawa ( Jawa Tengah dan Jawa Timur ) biasanya seserahan diberikan pada saat malam sebelum dilaksanakan akad nikah pada waktu acara midodareni untuk adat Jawa dan ngenyeuk seureuh untuk adat Sunda. Tetapi ada juga yang melaksanakannya pada saat acara penikahan(Betawi)










Seperangkat alat sholat adalah seserahan wajib bagi calon pengantin muslim. Hal ini sebagai simbol bahwa pernikahan yang akan dilangsungkan antara suami istri harus senantiasa berpegang teguh pada nilai agama. Tiang agamnya itu sendiri adalah sholat.




Cincin nikah biasanya akan diberikan satu set. Satu untuk pengantin pria, satunya untuk pengantin wanita. Namun sebaiknya bagi pengantin muslim, cincin sang pria tidak berupa emas. Cincin bisa diganti dari yang berbahan monel atau kuningan, sedangkan calon pengantin muslimah tetap diperbolehkan menggunakan cincin yang terbuat dari emas. Mengenai berapa karat yang akan dikenakan sang mempelai wanita, semuanya tergantung kesepakatan. Diusahakan jangan memberatkan. Cincin itu sendiri adalah sebagai simbol pengikat hubungan kedua pasangan agar bisa terus bersama sampai akhir hayat.

Selain cincin yang diberikan dari calon pasangan pria kepada caloin pasangan wanita, apabila sang pria memiliki kemamampuan lebih biasanya mempelai pria akan memberikan perhiasan berupa liontin, gelang dan kalung emas. Tak jarang mereka memberikan perhiasan yang bertahtakan berlian sehingga tampak lebih bersinar apabila dikenakan oleh pengantin putri kelak ketika telah dipersuntingnya.

Bagi adat jawa memberikan pakaian seperti selendang atau kain batik adalah hal penting karena disitu mengandung maksud bahwa setiap pihak, baik pengantin pria maupun pengantin wanita harus pintar menyimpan rahasia rumah tangga mereka dari siapapun.
Biasanya buah yang diberikan dalam seserahan adalah pisang, anggur, jeruk, apel. Harapannya akan memberikan kesegaran dalam membina kemesraan dan cinta sepasang calon pengantin.
ilmu metafisika

hakekat ngelmu
lelaku jawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar